SELAMAT DATANG DI POKERANTIK. DAPATKAN FREE COIN 20.000 UNTUK DEPOSIT PERTAMA MINIMAL DEPOSIT 20.000

Wednesday, April 14, 2021

Ibu Menyusui Wajib Mengetahui Fakta Ini saat Puasa

 

Ilustrasi, sumber foto: Republika/Prayogi


Bulan suci Ramadhan telah datang, seluruh umat Islam bersiap-siap menyambut momen ini dan menjalani puasa. Begitu juga dengan ibu menyusui. Meski dilarang berpuasa saat menyusui, sebagian ibu menyusui tetap merasa rindu untuk ikut berpuasa di bulan suci ini. Namun kenyataannya, apakah puasa aman untuk ibu menyusui?


Bagi kamu yang masih menyusui, mungkin bertanya-tanya apakah puasa di bulan Ramadhan aman untuk ibu dan bayi yang disusui? Pasalnya, saat berpuasa, tubuh kehilangan lebih banyak cairan akibat perubahan pola makan dan tidur.


Selain masalah keamanan, kamu mungkin juga ingin tahu tentang dampak puasa terhadap produksi ASI dan kesehatan ibu dan bayi. Nyatanya, kamu tidak perlu terlalu khawatir. Pada dasarnya puasa atau penurunan asupan kalori tidak akan mempengaruhi produksi ASI. Jika terjadi penurunan berat badan saat berpuasa, kondisi ini hanya akan mempengaruhi kandungan lemak pada ASI, bukan jumlahnya.


Tips ibu menyusui saat berpuasa


Jika kamu semakin tertarik mengikuti puasa sembari menyusui si kecil, simak beberapa tips puasa ibu menyusui di bawah ini.


1. Perhatikan asupan saat sahur


Sebelum puasa hingga adzan magrib berkumkamung, umumnya umat Islam akan menjalani sahur. Saat ini, penting bagi kamu untuk memperhatikan apa yang baik untuk kamu konsumsi. Pasalnya, makanan dan cairan yang kamu konsumsi saat sahur merupakan cadangan nutrisi dan kalori saat berpuasa. Untuk itu, sahur sangatlah penting. Pilihan makanan yang baik untuk ibu menyusui antara lain brokoli, bayam, katuk, telur, salmon, daging tanpa lemak, dan kacang merah. Ibu menyusui juga bisa menambahkan suplemen vitamin D saat sahur yang diketahui baik untuk ibu menyusui.


2. Mencegah Dehidrasi


Puasa untuk ibu menyusui tidak berbahaya. Namun, dehidrasi saat menyusui bisa berbahaya. Jika ibu menyusui mengalami gejala dehidrasi, seperti rasa haus, pusing, lemas, lelah, mulut kering dan lain-lain, disarankan untuk segera membatalkan puasa dengan mengonsumsi air atau cairan yang mengandung elektrolit untuk rehidrasi tubuh. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk mengonsumsi cukup cairan saat sahur dan juga berbuka puasa untuk mengganti cairan yang hilang saat berpuasa. Ibu menyusui juga disarankan untuk minum lebih banyak saat sahur, meskipun nutrisi dan kalori juga penting.


3. Mempersiapkan dan menjalani puasa sambil menyusui


Sebagai ibu menyusui, kamu pasti akan terus melakukan pekerjaan rumah dan mungkin juga bekerja di kantor. Cobalah melakukan tugas berat saat berbuka puasa. Dan pastikan kamu berada di tempat teduh yang cukup dan istirahat selama puasa dan menyusui. Jika perlu, catat makanan dan minuman yang kamu konsumsi selama berpuasa. Ini akan membantu mengukur nutrisi dan cairan yang kamu konsumsi. Studi menunjukkan bahwa selama puasa kandungan kalium, magnesium dan seng dalam ASI bisa berkurang. Atasi dengan mengonsumsi makanan yang mengandung ketiga nutrisi tersebut, atau kamu bisa menambahkan suplemen. Pahami apa yang dirasakan tubuh, jika merasa tidak enak badan, segera konsultasikan ke dokter.


Selain memperhatikan beberapa tips puasa ibu menyusui di atas, perlu kamu ingat juga bahwa jika memang ingin berpuasa, perhatikan cairan yang kamu konsumsi. Karena menyusui bisa membuat kamu dehidrasi akibat kehilangan cairan tubuh. Saat dehidrasi melkamu, tubuh tidak hanya merasa haus tetapi juga merasa lapar, lelah, mengantuk, dan emosional. Pastikan minum air yang cukup dan bila perlu tambahkan cairan yang mengandung elektrolit dan ion untuk mempercepat penggantian cairan tubuh yang hilang. Jadi, sebelum memutuskan berpuasa saat menyusui, pertimbangkan juga apakah si kecil masih di bawah 6 bulan atau sedang membutuhkan ASI eksklusif. kamu juga bisa bertanya kepada dokter sebelum memutuskan untuk berpuasa.

Situs Poker Online | Domino QQ | Agen Judi Poker Online | Poker Antik