SELAMAT DATANG DI POKERANTIK. DAPATKAN FREE COIN 20.000 UNTUK DEPOSIT PERTAMA MINIMAL DEPOSIT 20.000

Friday, August 6, 2021

Ilmuwan Ciptakan Perasa Vanila Dari Sampah Botol Plastik

 

Gambar : Ilustrasi

POKER ANTIKDi masa depan, es krim vanila yang kamu nikmati mungkin saja terbuat dari botol plastik. Baru-baru ini, para ilmuwan menemukan cara untuk mengubah sampah plastik menjadi perasa vanila dengan bakteri rekayasa genetika.

Vanilin merupakan senyawa yang membawa sebagian besar bau dan rasa vanila, dapat diekstraksi secara alami dari biji vanili atau dibuat secara sintetis. Sekitar 85% vanillin saat ini terbuat dari bahan kimia yang diambil dari bahan bakar fosil.

Seperti dikutip dari Live Science, vanilin ditemukan dalam berbagai macam produk makanan, kosmetik, farmasi, pembersih dan herbisida, serta kini permintaannya berkembang pesat.

Menurut penelitian yang diterbitkan pada 10 Juni di jurnal Green Chemistry, pada tahun 2018 lalu, permintaan global untuk vanilin adalah sekitar 40.800 ton, dan diperkirakan akan terus meningkat hingga 65.000 ton pada tahun 2025.

Permintaan vanilin jauh melebihi pasokan biji vanili, sehingga para ilmuwan terpaksa memproduksi vanilin secara sintetis. Maka dari itu, dalam studi terbaru ini, para peneliti menggunakan metode baru untuk mengubah sampah plastik menjadi vanilin sebagai cara untuk memasok vanilin sekaligus mengurangi sampah plastik.

Studi sebelumnya menunjukkan cara memecah botol plastik yang terbuat dari polietilen tereftalat menjadi subunit dasarnya, yang dikenal sebagai asam tereftalat.

Dua peneliti asal The University of Edinburgh, Skotlandia merekayasa genetika bakteri E. coli untuk mengubah asam tereftalat menjadi vanilin. Asam tereftalat dan vanilin mempunyai komposisi kimia yang sangat mirip, dan bakteri yang direkayasa hanya perlu membuat sedikit perubahan pada jumlah hidrogen dan oksigen yang terikat pada tulang punggung karbon yang sama.

Para peneliti mencampur bakteri rekayasa genetika mereka dengan asam tereftalat dan menyimpannya pada suhu 37 derajat celcius selama sehari, menurut The Guardian. Sekitar 79% asam tereftalat kemudian diubah menjadi vanilin.

"Krisis limbah plastik global sekarang diakui sebagai salah satu masalah lingkungan paling mendesak yang dihadapi planet kita," tulis para penulis dalam penelitian tersebut.

Setidaknya sekitar 1 juta botol plastik terjual setiap menit di seluruh dunia, dan hanya 14% yang didaur ulang. Yang didaur ulang hanya bisa diubah menjadi serat untuk pakaian atau karpet.

"Pekerjaan kami menantang persepsi plastik sebagai limbah bermasalah dan malah menunjukkan penggunaannya sebagai sumber karbon baru dari mana produk bernilai tinggi dapat dibuat," kata salah satu penulis studi Stephen Wallace, dosen senior bioteknologi di The University of Edinburgh.

Kini, para penulis penelitian ini berharap bisa lebih meningkatkan kemampuan bakteri untuk dapat mengubah lebih banyak asam tereftalat menjadi vanilin. Gimana ya rasa vanila dari sampah plastik?