SELAMAT DATANG DI POKERANTIK. DAPATKAN FREE COIN 20.000 UNTUK DEPOSIT PERTAMA MINIMAL DEPOSIT 20.000

Monday, August 9, 2021

Asrama Haji Siap Digunakan Ruang Isolasi COVID-19 usai RS Wisma Atlet Penuh


Ilustrasi, sumber foto: Istimewa


Poker Antik - Lonjakan kasus COVID-19 membuat Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet, Jakarta, penuh. Oleh karena itu, pemerintah telah menyiapkan tempat alternatif untuk isolasi mandiri pasien COVID-19.


Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan, Pemprov DKI telah menyediakan tempat lain untuk isolasi mandiri. Salah satunya adalah Rumah Susun Nagrak di Cilincing. Sementara itu, Kementerian Agama telah menyiapkan asrama haji bagi pasien yang ingin melakukan isoman.


Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Khoirizi mengatakan asrama haji sudah siap digunakan kembali sebagai ruang isolasi pasien Covid-19. Dikatakannya, ada 27 dari 31 asrama haji di seluruh Indonesia yang siap digunakan untuk merawat pasien.


"Empat asrama yang setelah dilakukan kajian belum bisa digunakan karena berbagai alasan yaitu Pontianak, Mamuju, Jayapura, dan Sorong," kata Khoirizi dalam keterangan tertulis, Selasa (22/6/2021).


Para kepala asrama haji, kata dia, telah berkoordinasi dengan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 di daerahnya masing-masing terkait urgensi dan teknis penggunaannya. Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, misalnya, telah disiapkan bersama Satgas Covid-19 DKI Jakarta. Kesiapannya juga telah ditinjau oleh Sekda DKI dan Pangdam Jaya.


“Ada dua gedung di Asrama Haji Pondok Gede yang akan disiapkan sebagai ruang isolasi,” ujarnya.


Lalu, bagaimana teknis pelaksanaan isolasi mandiri di Asrama Haji Pondok Gede bagi pasien COVID-19?


Satu pasien hanya dapat menempati satu kamar di asrama haji


Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri, Saiful Mujab mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Rumah Sakit Haji Jakarta untuk memastikan ruang isolasi disiapkan sesuai standar Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Kementerian Kesehatan, bahkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).


"Setiap pasien menempati satu kamar, satu tempat tidur. Tidak boleh digabung. Ada juga standar pelayanan kasus di bawah pengawasan tenaga kesehatan," kata Saiful.


Sementara itu, kata Khoirizi, Asrama Haji Gorontalo akan menjadi alternatif ketiga jika ruang isolasi pasien COVID-19 di tingkat provinsi tidak mencukupi.


Rusun Nagrak Cilincing sudah beroperasi sejak Senin sore


Sementara itu, Rumah Susun Nagrek di Cilincing, Jakarta Utara telah beroperasi sejak Senin sore. Komandan Lapangan RSDC Wisma Atlet, Letkol Laut M Arifin mengatakan Rusun Nagrak akan menerima pasien COVID-19 mulai Senin sore kemarin.


"Saya diperintahkan untuk koordinir dan sesuai arahan Kepala BNPB sudah dibuka Senin sore kemarin," kata Arifin saat dihubungi Selasa pagi ini.


Dijelaskannya, Rusun Nagrak terdiri dari 14 tower, masing-masing tower terdiri dari 16 lantai dan masing-masing memiliki 17 kamar.


Tower 11-14 saat ini dihuni oleh masyarakat. Sementara itu, fasilitas isolasi mandiri pasien tanpa gejala berada di tower 1-5.


Tower 4-7 RS Wisma Atlet sudah terisi 6.010 pasien


Jika mengacu pada data resmi per Senin, 21 Juni 2021 pukul 08.00 WIB, Wisma Atlet Kemayoran tower 4, 5, 6, 7 sudah terisi 6.010 pasien. Sedangkan di Wisma Atlet Pademangan tower 8, jumlah pasien rawat inap mencapai 1.329 orang.


“Jadi jumlah total untuk tower 4,5,6,7 dan 8, pasien rawat inap sebanyak 7.339 orang,” dikutip dari data harian Wisma Atlet.


Dari 7.339 orang yang dirawat di Wisma Atlet, 10 persen di antaranya atau 730 orang masih berusia anak-anak. Bahkan banyak yang masih balita.