SELAMAT DATANG DI POKERANTIK. DAPATKAN FREE COIN 20.000 UNTUK DEPOSIT PERTAMA MINIMAL DEPOSIT 20.000

Friday, August 27, 2021

Gubernur DKI Klaim PPKM Level 4 Berhasil Tekan Kasus COVID-19

 

Sumber foto: tirto.id/Andrey Gromico


Poker Antik - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengklaim Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 berhasil menekan kasus aktif COVID-19 di ibu kota. PPKM Darurat telah dilaksanakan di Jawa dan Bali sejak 3 Juli 2021.


Dari jumlah semula 100 ribu menjadi 17 ribu. Kasus aktif menjadi indikator pasien COVID-19 yang menjalani isolasi mandiri dan rawat inap.


“Ini adalah hasil kerja keras kita semua. Ribuan petugas yang bertugas siang malam kemudian jutaan rakyat yang menaati (protokol kesehatan). Angkanya apa, terlihat itu kasus baru turun, kalau kasus baru turun artinya penularan dalam dua minggu terakhir menurun sekali," kata Anies saat berbicara di Mapolres Metro Jaya, Minggu (1/8/2021).


Dia mencatat, pada 16 Juli 2021, jumlah kasus aktif di DKI Jakarta mencapai 113.000 orang. "Sedangkan pada akhir Juli atau 2 pekan kemudian menjadi 17 ribu," ujarnya lagi.


Selain kasus aktif, penurunan drastis juga terlihat pada angka positif. Dari semula 45 persen menjadi 15 persen. “Insyaallah, kalau ini di bawah lima persen, kita bisa mengatakan sudah masuk zona aman,” ujarnya.


Penurunan drastis itu, kata dia, merupakan bukti nyata bahwa pembatasan mobilitas yang diberlakukan kemarin efektif. Namun, Anies tidak ingin pelaksanaan protokol kesehatan (prokes) menjadi kendor. Pasalnya, case transmission rate (PR) masih di angka 15 persen. Lalu, bagaimana dengan target vaksinasi COVID-19 di ibu kota?


Anies targetkan 10 juta warga DKI sudah divaksin pertengahan Agustus


Anies berencana untuk terus menggenjot pengiriman vaksin COVID-19. Ia mengklaim, saat ini ada 7,5 juta warga DKI Jakarta yang telah menerima vaksin COVID-19. Angka ini merupakan kombinasi dari dosis pertama dan kedua.


"Sekarang sudah ada 7,5 juta orang yang mendapatkan vaksin dan IInsyaallah 3 juta lagi dalam dua pekan. Saya memperkirakan 10 juta orang di DKI Jakarta sudah divaksinasi. Maka saya mengundang semua pihak untuk mengerjakan itu," ujarnya.


Dia terus menggenjot vaksinasi karena dia berharap kekebalan komunal akan tercipta di ibu kota. Meski para ahli epidemiologi menilai imunitas komunal adalah mitos. Apalagi masih banyak warga yang tinggal di pinggiran wilayah DKI Jakarta yang tingkat vaksinasinya tidak sebaik di DKI Jakarta.


Selain itu, Anies juga telah meluncurkan wacana untuk menjadikan bukti vaksinasi sebagai syarat untuk memasuki tempat-tempat umum seperti mal, taman hiburan, pasar, hingga acara sosial dan budaya. Meski begitu, Anies belum bisa memastikan kapan wacana tersebut akan direalisasikan.


“Kita akan melakukannya bila sudah ada kepastian status PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) level 4 atau 3,” kata pria yang pernah menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu.


Bagi yang belum divaksin wajib membawa surat keterangan dari dokter


Anies menyadari ada sejumlah orang yang belum divaksinasi karena alasan medis. Misalnya, orang yang baru sembuh dari COVID-19 ke sejumlah penyakit yang tidak bisa diberikan suntikan vaksin.


“Nah, untuk itu bila ada alasan medis atau karena faktor kesehatan yang membuat mereka tidak bisa vaksin, maka mereka cukup membawa surat keterangan dari dokter. Isi surat keterangan dokter itu dijelaskan bila ada persoalan medis sehingga tidak bisa divaksinasi,” kata Anies.


Dengan begitu, individu tersebut dapat dikecualikan dan tetap diperbolehkan memasuki tempat-tempat umum. Namun, jika alasannya karena terlalu sulit, maka Anies tetap tidak mengizinkan orang tersebut masuk.


Pernyataan keberatan disampaikan oleh Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI). Mereka keberatan dengan syarat pengunjung masuk pasar juga harus divaksinasi.


Menurut Anies, saat ini ada 900 titik vaksinasi di seluruh DKI. Jadi, kalau besoknya mau ke pasar, hari ini bisa langsung suntik vaksin di salah satu dari 900 titik itu.


"Jadi, bila tak bisa divaksinasi karena alasan tersebut, maka agak tidak bisa diterima. Padahal, dengan satu dosis vaksin saja maka Anda sudah bisa bebas bergerak," ujarnya lagi.


Anies tegaskan vaksin tidak menjamin keamanan dari penularan COVID-19


Di Mapolda Metro Jaya, Anies juga menyampaikan bahwa vaksin bukan jaminan dan ibarat tameng sehingga aman dari COVID-19. Namun, jika individu tersebut terjangkit COVID-19, individu tersebut tidak akan mengalami gejala yang parah karena telah menerima antibodi tambahan.


"Ini sama saja ketika kita berkendara dengan kendaraan roda dua dan mau melintas di jalan raya dengan mengenakan helm. Apakah helm menjamin kita terhindar dari kecelakaan, kan tidak," kata Anies lagi.


Dia menambahkan, mengendarai sepeda motor dan mengikuti rambu lalu lintas berarti mengikuti protokol kesehatan. Jika terjadi kecelakaan, risiko cedera kepala serius berkurang. "Karena menggunakan helm tadi," katanya.