Poker Antik - Pada saat ini, beberapa negara khususnya negara maju yang telah banyak menyuntik vaksin kepada penduduknya mulai melonggarkan peraturan protokol kesehatan, termasuk mengurangi sistem kerja Work From Home atau WFH. Nah, seandainya pandemi Covid-19 sudah sepenuhnya berakhir, bagaimana dengan nasib Zoom yang selama ini banyak diandalkan orang untuk WFH?
Sejauh ini, untungnya layanan Zoom masih bisa berkibar dari sisi pendapatan dan jumlah pengguna. Bos sekaligus pendiri Zoom, Eric Yuan, pun meyakini jika perusahaannya akan mampu mempertahankan momentum meskipun meeting virtual nantinya berkurang.
Eric Yuan meyakini bahwa Zoom akan tetap memainkan peran penting karena beberapa waktu ini, makin banyak kantor yang menerapkan fleksibilitas dalam jam kerja sehingga karyawan masih akan tetap WFH meskipun pandemi Covid-19 suatu saat nanti telah dapat dikendalikan.
"Zoom ada di sini untuk menolong konsumen dalam bekerja di masa depan sesuai dengan cara mereka sendiri. Banyak perusahaan yang mendesain ulang tempat kerja mereka untuk meningkatkan pengalaman bekerja secara hybrid," kata Eric yang dikutip dari Associated Press, pada Rabu2 Juni 2021.
"Pekerjaan bukan lagi soal tempat. Kami merasa penuh energi untuk membantu memimpin evolusi kerja hybrid yang memungkinkan fleksibilitas lebih besar, produktivitas dan kebahagiaan baik secara fisik maupun virtual," tambahnya.
Dalam laporan keuangan terbaru, Zoom mengungkapkan laba yang mereka dapat di kuartal 1 2021 mencapai USD 227 juta, itu berarti meningkat USD 27 juta dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Sedangkan angka pendapatan mereka menembus USD 956 juta.
Adapun jumlah pengguna berbayar aplikasi Zoom mengalami peningkatan. Pada kuartal 1 2021, perusahaan dengan sekurangnya 10 karyawan yang membayar layanan Zoom totalnya mencapai 497 ribu pebisnis, naik hingga 87% dibanding dengan tahun 2020 lalu.



