SELAMAT DATANG DI POKERANTIK. DAPATKAN FREE COIN 20.000 UNTUK DEPOSIT PERTAMA MINIMAL DEPOSIT 20.000

Sunday, March 28, 2021

Sifat Posesif Sebenarnya Tak Sepenuhnya Salah, Nih 5 Alasannya

 

Ilustrasi, sumber foto: pexels.com/Polina Zimmerman


Terkekang karena kamu punya pasangan yang posesif? Atau apakah kamu merasa dikendalikan oleh pasangan posesifmu? Nah, orang yang posesif punya stigma buruk karena sikapnya lebih mendominasi pasangannya. Tapi dia tidak sepenuhnya salah, lho!


Rasanya kita perlu sedikit mengubah pola pikir tentang pasangan posesif yang sebenarnya tidak bisa disalahkan sepenuhnya. Karena selama ada cinta, tidak ada hubungan yang tidak bisa diperbaiki. Secara lengkap, kamu bisa melihat alasan-alasan berikut ini!


1. Selalu ada alasan kenapa pasangan posesif, coba introspeksi satu sama lain!

Sumber foto: pexels.com/Polina Zimmerman


Terlalu fokus menyalahkan pasangan yang posesif, terkadang membuat kamu lupa untuk berpikir, mungkin ada sikapmu yang secara tidak sadar membuatnya posesif. Sikap yang kamu anggap normal, belum tentu sama di matanya. Itu bisa membuatnya marah atau serba melarang. Coba bicara lagi semuanya baik-baik saja.


Sebenarnya ada banyak alasan dibalik sifat posesif seseorang. Entah itu karena hubungan masa lalu yang gagal, LDR mendadak, atau insecure dengan posisinya yang terancam. Kuncinya kembali ke komunikasi untuk menyamakan persepsi.


2. Label posesif selalu salah, kurang tepat! Karena kata "selalu" menyudutkan satu sisi

Sumber foto: pexels.com/Theo Decker


Kata "selalu" adalah klaim yang kontroversial. Namun dalam hubungan yang rumit, kata "selalu" tidak memiliki dasar dalam data. Keduanya memiliki peran dalam mengarahkan kemana hubungan itu diambil, meski ukuran perannya berbeda-beda.


Selama ada cinta, kamu harus bersabar dan menasihati kekurangan pasanganmu. Mungkin kamu dipilih menjadi pasangan orang yang posesif, karena kamu lah yang bisa mengubahnya dengan cinta yang tulus.


3. Orang posesif terkadang tertekan karena selalu disalahkan, padahal masih bisa diperbaiki!

Sumber foto: pexels.com/Gabby K


Jangan salah, kamu bukan satu-satunya yang tertekan dengan sikap posesif pasanganmu. Kemarahanmu karena menyalahkannya juga bisa membuatnya stres. Dalam hatinya dia pasti ingin berubah, tapi tidak tahu harus mulai dari mana. Dia mungkin membutuhkan penjelasanmu untuk meyakinkannya bahwa semuanya baik-baik saja.


Memang tidak mudah, tapi yakinlah jika kamu dengan tulus mengajaknya untuk berubah menjadi lebih baik, dia pasti akan memperbaiki sikapnya. Semua memang butuh proses dan kesabaran.


4. Dalam pasangan yang posesif, sebenarnya ada kadar cinta yang besar

Sumber foto: pexels.com/Ivan Samkov


Mungkin kamu sangat berharga di matanya. Karena cintanya, ia menjadi bertindak ingin "mendominasi" dan memilikimu sepenuhnya dengan cara yang dilebih-lebihkan. Terkadang kita tidak bisa membedakan mana yang penuh kasih sayang dan mana yang posesif. Jika dasarnya adalah cinta, sebenarnya melalui komunikasi yang baik, pasangan bisa saling memahami.


Jangan bosan mengatakan kepadanya bahwa hatimu hanya untuknya. Dia tidak sepenuhnya salah, lho! Jika selalu bisa membuktikan semuanya baik-baik saja, pada akhirnya dia akan bosan menjadi posesif sendiri.


5. Kuncinya, fokus saja pada bagaimana meningkatkan hubungan kalian

Sumber foto: pexels.com/Gabby K


Kekurangan pasangan bukanlah sesuatu yang perlu dikeluhkan, tetapi untuk dipahami dan dikoreksi bersama. Prosesnya tentu saja tidak bisa instan. Bukan hanya hubungan kalian yang perlu diperbaiki. Setiap hubungan memiliki masalahnya sendiri-sendiri. Entah pasangannya terlalu cuek, terlalu pendiam untuk tidak bisa ditebak, atau bahkan memiliki jaringan yang terlalu luas untuk tidak punya waktu dengan pasangan.


Sifat posesif hanyalah salah satu dari banyak masalah. Jadi selama kamu dan pasangan ingin saling memahami dan berbicara dari hati ke hati, segala kekurangan bisa diatasi bersama.

Situs Poker Online | Domino QQ | Agen Judi Poker Online | Poker Antik