Cristiano Ronaldo yang sampai saat ini masih belum bisa membantu Juventus meraih gelar Liga Champions. Sumber foto: sportstar.thehindu.com
Cristiano Ronaldo yang sampai saat ini terus menjadi andalan Juventus dengan gol-golnya. Namun cacian juga datang kepadanya, setelah dirinya gagal membawa Juventus melangkah untuk lebih jauh di Liga Champions.
Sejak dibeli oleh Juventus dari Real Madrid di tahun 2018 seharga Rp 2 triliun, Cristiano Ronaldo berani membuktikan dirinya belum habis. CR7 yang masih menjadi lumbung gol yang mumpuni.
Lihat saja, musim pertamanya di Juventus Ronaldo berhasil mengemas 21 gol dari 31 laga di Serie A. Musim berikutnya, naik menjadi 31 gol dari 33 laga, dan sejauh musim ini sudah 20 gol yang berhasil dicetaknya dari 22 laga dan itu masih terus akan bertambah.
Belum lagi, dua titel Scudetto dan dua kali juara Piala Super Italia yang telah diraihnya. Ronaldo akan terus bersinar, puja-puji terus menghampiri dirinya.
Sayangnya, Cristiano Ronaldo sampai kini tak berhasil mampu membawa Juventus untuk merebut titel Liga Champions di tiga musim yang telah dilaluinya. Musim pertamanya Ronaldo, Juventus yang ditaklukkan oleh Ajax Amsterdam pada fase perempat final, selanjutnya dihempaskan Lyon di babak 16 besar Liga Champions, dan musim ini dikandaskan oleh wakil Portugal Porto di 16 besar Liga Champions.
Padahal bukan rahasia lagi, Juventus yang merekrut Ronaldo demi membawa Si Nyonya Tua bisa melangkah lebih jauh sampai puncak Liga Champions. Ronaldo begitu dengan syarat pengalaman di kompetisi paling prestisius di level antarklub Eropa itu selama ia di Real Madrid.
Ronaldo bahkan sudah empat kali juara bersama Real Madrid dan sekali bersama Manchester United. Tak ketinggalan, pemain asal Portugal itu juga berhasil menjadi top skor sepanjang masa Liga Champions dengan 131 gol.
Apa daya, Cristiano Ronaldo juga hanya manusia biasa yang tidak sempurna. Juventus masih belum bisa dibawanya untuk meraih juara Liga Champions, yang terakhir kali dirasakan klub asal Turin itu pada tahun 1996.
Malah musim ini, kegagalan Juventus di Liga Champions menyeret nama Cristiano Ronaldo. Bukan hanya gagal untuk memaksimalkan peluang, Ronaldo dituding juga jadi biang kerok gawang Juventus kebobolan.
Di masa perpanjangan waktu, Porto berhasil mendapat gol lagi lewat tendangan bebas. Sergio Oliveira bisa melepaskan tendangan bebas, bolanya melewati kolong kaki Cristiano Ronaldo, dan meluncur masuk ke gawang Wojciech Szczęsny.
Ronaldo yang kena marah. Eks pelatih Juventus, Fabio Capello juga menilai Ronaldo melakukan blunder yang tidak bisa dimaafkan. Sebab, bola melewati kolong kakinya Ronaldo karena dia tidak berani untuk menghadang bola dan justru membalikkan badan.
"Siapa pun yang menjadi pagar betis tidak boleh takut digebuk. Itu adalah kesalahan yang tak termaafkan dan tidak ada alasan untuk menyangkalnya," ujar Fabio Capello seperti dilansir dari Marca.
mantan Presiden Juventus, Giovanni Cobolli juga ikut angka bicara. Menurutnya, Cristiano Ronaldo lebih baik dijual saja mengingat kontrak CR7 bakal habis di tahun 2022.
"Mendatangkan Cristiano Ronaldo adalah kesalahan besar bagi Juventus. Saya sudah mengatakan ini sejak hari pertama dia datang," kata Cobolli seperti dilansir Mundo Deportivo.
"Memang dia pemain hebat dan seorang juara, tapi harganya yang terlalu mahal. Sekarang semuanya ada di tangan Juventus yang membayarnya jutaan euro hanya untuk setiap gol yang dicetak," ujarnya.
Situs Poker Online | Domino QQ | Agen Judi Poker Online | Poker Antik



